Judul
Pendidikan
merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
Kualitas pendidikan yang baik akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang
unggul dan berkualitas, terlebih pada era globalisasi seperti sekarang, yang
mana perkembangan teknologi dan informasi sangat pesat. Untuk menghasilkan
sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta memiliki daya saing yang
tinggi, maka pendidikan yang diberikan kepada warganya harus dilaksanakan
secara tepat dan maksimal. Sejalan dengan pernyataan itu, pemerintah dan semua
pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan sebaiknya lebih peka dan tanggap
terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat. Pendidikan hendaknya
berorientasi dan dilaksanakan demi pengembangan anak didik dalam rangka
memelihara dan meningkatkan martabat manusia dan budayanya.
Anak didik sebaiknya dibimbing dan didampingi agar dapat
berkembang dan mengembangkan diri sendiri selama proses pembelajaran. Oleh
sebab itu, peranan seorang guru sangat menentukan output anak
didik. Diperlukan keterampilan guru untuk menanamkan moral dan karakter yang
baik. Pendidikan harus memberikan perhatian kepada kemampuan masing-masing anak
didik, di mana yang menjadi perhatian penilaian sekarang tidak terbatas pada
aspek pengetahuan atau kognitif mereka saja, melainkan berkembang dan harus
mencakup aspek afektif atau sikap dan psikomotor atau keterampilan.
Dahulu, guru hanya mengajarkan apa yang harus dihapalkan. Mereka
membuat anak didik menjadi beo yang dalam setiap pelajaran hanya mengulang apa
yang dikatakan guru. Anak didik jarang diberikan kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan dan potensinya melalui berbagai aktivitas siswa dalam pembelajaran di
kelas. Di sini dapat kita ketahui bahwa kemampuan guru masih cenderung kurang
dalam menumbuhkan dan membangkitkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Oleh
sebab itu, kompetensi dan keterampilan guru perlu mendapat perhatian. Salah
satu kompetensi seorang guru yang harus mendapat porsi yaitu kompetensi
kepribadian. Aspek-aspek kepribadian guru yang dijelaskan dalam kompetensi
kepribadian yang harus dimiliki guru meliputi: bertindak sesuai dengan norma
agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, menampilkan diri
sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan
masyarakat, menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif,
dan berwibawa, menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga
menjadi guru, dan rasa percaya diri, serta menjunjung tinggi kode etik profesi
guru.
Kepribadian ini sangat menentukan kewibawaan seorang guru dalam
pandangan anak didik atau masyarakat (Djamarah, 2000). Pencitraan sangat
penting bagi keribadian guru di sekolah agar dapat mengontrol dan mengendalikan
tingkah laku anak didiknya melalui pola pembiasaan. Selama ini yang terjadi di
lapangan, guru hanya mengajarkan materi hapalan dan ingatan kepada peserta
didik dan tidak memperhatikan aspek sikap dan keterampilannya yang juga penting
untuk membentuk karakter anak didiknya. Dalam menanamkan
pendidikan karakter, seorang guru harus sudah memiliki kepribadian yang baik
sebelum ia sendiri mengajarkan tentang sikap dan perilaku kepada siswanya.
Bagaimana jadinya jika kepribadian yang ditunjukan guru sehari-hari
di sekolah dan di masyarakat tidak sesuai dengan norma yang berlaku, misalkan
dengan sengaja merokok di depan siswa, suka berjudi, suka melakukan kekerasan,
membuang sampah sembarangan, menggunakan pakaian yang tidak sesuai, perilaku
yang suka mengejek dan menyinggung perasaan, dan segala perilaku yang tidak
baik, maka hal tersebut dapat mempengaruhi anak didik juga karena disadari atau
tidak anak akan menirukan dan mencoba-coba hal-hal tersebut. Tidak mudah memang
jika harus menjadi sosok yang “sempurna” di hadapan anak didik, namun di
hadapan mereka sebaiknya kita mampu menunjukkan kepribadian yang baik dan
mantap karena segala tindak tanduk guru adalah panutan bagi anak didiknya.
Melalui pendidikan karakter ini, guru dapat membantu dalam mengembangkan
karakter siswa melalui aktivitas-aktivitas di kelas maupun di luar kelas yang
tentunya ditunjukkan dalam tingkah laku dan perbuatan guru itu sendiri baik
disadari atau tidak. Guru ibaratkan sebuah model bagi siswa yang akan ditiru
serta dijadikan contoh berperilaku dalam keseharian siswa. Ditiru oleh siswa
selain dalam hal berbusana yang sopan dan rapi juga dalam hal perkataan dan
perbuatannya yang sopan dan santun, sehingga karakter siswa dapat terbentuk
sedikit demi sedikit selama proses pembelajaran.
Sekarang sudah disepakati bahwa setiap mata pelajaran
harus terdapat pendidikan karakter. Tujuannya agar siswa mampu mengambil hikmah
atau nilai-nilai setelah mendapatkan pembelajaran. Selain itu, siswa juga dapat
mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap mata pelajaran di
kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter yang ditanamkan tersebut dapat
membantu siswa dalam membetuk kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik itu
meliputi: kedisiplinan, kejujuran, toleransi, kesopanan, ketaqwaan, tanggung
jawab, dll. Di sini siswa akan terbiasa untuk memahami nilai-nilai di setiap
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Peran guru selain memberikan materi yang di dalamnya terdapat
pendidikan karakter juga memberikan contoh kepada siswa. Terutama siswa yang
masih berada di kelas rendah. Tentunya siswa belum memainkan akal fikirannya
secara abstrak. Mereka masih berfikir secara konkrit dan membutuhkan contoh
yang nyata. Nah, disinilah guru berperan untuk memberikan contoh yang baik
kepada siswa melalui karakter yang dimiliki dan ditunjukannya. Bagaimana
berperilaku disiplin, sopan, jujur, penuh tanggung jawab, dll. Siswa pada kelas
rendah cenderung akan menirukan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh gurunya.
Oleh karena itu jangan menjadi seorang guru yang tidak disiplin dan jangan
menunjukkan kepribadian yang dapat membuat siswanya masuk ke dalam didikan yang
salah dan menyimpang selama berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung
dengan anak didik.
Berbeda dengan siswa di kelas tinggi, sedikit demi sedikit
mereka sudah dapat merenungi dan mengartikan sesuatu yang abstrak. Akan tetapi,
sebagai seorang guru yang berkepribadian yang baik harus senantiasa memberikan
nasihat dan pesan moral dalam setiap akhir proses pembelajaran. Diharapkan dengan
menunjukkan karakter guru yang baik dapat memberikan siswa pencerahan untuk
berperilaku baik pula.
Pendidikan karakter memang dirasakan tepat diberikan kepada
pendidikan di negeri kita, terlebih karena bangsa kita kaya akan tradisi
religius dan budaya. Pendidikan karakter tepat diberikan agar nilai-nilai
religius dan budaya bangsa kita yang kental ini tetap terjaga eksistensinya
bagi penerus kita nanti. Manusia yang memiliki religiusitas kuat akan semakin
termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, bertanggung jawab
atas penghargaan hidup orang lain dan mampu berbagi nilai-nilai kerohanian
bersama yang mengatasi keterbatasan natural manusia yang mudah tercabik oleh
berbagai macam konflik yang tak jarang malah mengatasnamakan religiusitas itu
sendiri.
Di tengah kebangkrutan moral bangsa, dan maraknya tindak kekerasan
dan tindakan tidak manusiawi yang terjadi di masyarakat, pendidikan karakter
yang juga menekankan dimensi etis-religius menjadi relevan untuk diterapkan
kepada anak didik untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Diawali dengan
modal kepribadian yang dimiliki guru sebagai contoh bagi siswanya, melalui
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan
dapat mendukung pendidikan karakter itu sendiri. Berdasarkan uraian yang telah
panjang lebar dibahas di atas, kita dapat petik suatu kesimpulan bahwa
diperlukan kepribadian guru yang baik untuk membangun kepribadian anak didik
sebagai modal dalam pendidikan karakter bangsa yang ditunjukkan melalui karakter
sumber daya manusianya.
Nama :
Renny Rochimawati Busyaeri
NIM : 1101617028
Prodi : Teknologi Pendidika
Fakultas : Ilmu Pendidikan
Nama Panggilan : Renny
Asal Sekolah : SMAN 12 TANGERANG
Hobi : Olahraga (Bultang)
Nama Panggilan : Renny
Asal Sekolah : SMAN 12 TANGERANG
Hobi : Olahraga (Bultang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar